Kelahiran, adalah pintu yang membawa menuju sebuah kehidupan yang tidak pernah diketahui. Kelahiran, tidak diduga kapan dan di mana. Sementara yang dilahirkan, juga tidak bisa meminta kapan dan di mana dilahirkan. Semua menjadi misteri yang hanya diketahui oleh-Nya.
Kehidupan adalah panggung sandiwara, setiap kita adalah pemain yang hanya melakonkan menuju akhir. Setiap peristiwa adalah lembaran yang kita eja dan setuju akan risikonya. Baik buruk sebuah takdir adalah perspektif pelakon sendiri, bukan mata orang lain.
Puisi-puisi kelahiran, dengan judul Ketika Aku Dilahirkan, adalah sebuah alur yang telah setengah terjadi. Para penulis telah mengalami sendiri bagaimana dilahirkan dan tak bisa memilih dan kemudian menjalani secuil kehidupan yang dalam pandangannya adalah baik dan buruk. Hingga akhirnya ada sebuah benturan dalam jiwanya, dan berpikir andai dapat mengulang masa lalu, maka akan banyak yang akan dilakukan.
Tentu saja masa depan saja yang bisa diubah, masa lalu adalah cermin. Mari belajar, dengan kesederhanaan kelahiran dalam puisi-puisi sederhana ini. Selamat membaca.
Penulis: Rosyidatul Fauziyah dkk
ISBN : on PROCESSCETAKAN PERTAMA,
Desember 2022
xii + 888 halaman, 14 cm x 21 cm
