AKU BAIK-BAIK SAJA

DESKRIPSI BUKU

Ada luka yang tak berdarah, ada tangis yang tak bersuara, dan ada senyum yang menyembunyikan begitu banyak cerita. Di balik kalimat “Aku baik-baik saja”, terkadang tersimpan perasaan yang tak mudah diungkapkan kepada siapa pun.

Melalui buku puisi Aku Baik-Baik Saja, Katanya, Uswatun Hasanah mengajak pembaca menyelami berbagai sisi kehidupan manusia, terutama pengalaman perempuan dalam menghadapi cinta, kehilangan, pengkhianatan, kekecewaan, pengorbanan, dan perjuangan mempertahankan diri di tengah keadaan yang tidak selalu ramah. Setiap puisi menghadirkan suara hati yang mungkin terasa dekat dengan pengalaman pembaca sendiri.

Kumpulan puisi ini tidak hanya berbicara tentang luka, tetapi juga tentang keberanian untuk bangkit, belajar melepaskan, dan menemukan kembali harga diri. Puisi-puisi seperti Lukaku Tak Berdarah, Melupakan Luka, Melarikan Rasa, Setiaku Tak Ada Harga, dan Pergi Kalah, Bertahan Sakit menggambarkan perjalanan seseorang yang perlahan memahami bahwa mencintai orang lain tidak seharusnya membuat dirinya kehilangan cinta kepada diri sendiri.

Di sisi lain, buku ini juga menyuarakan kekuatan dan peran perempuan dalam kehidupan. Melalui puisi seperti Perempuan Perkasa, Perempuan Pendekar Jagad, Perempuan Bersaku Ilmu, dan Hebat, penulis mengangkat perempuan sebagai sosok yang tangguh, berpengetahuan, penuh kasih, dan mampu memberikan kontribusi bagi keluarga, masyarakat, serta generasi mendatang.

Dengan bahasa yang emosional dan reflektif, buku ini menjadi ruang untuk merenungkan perasaan yang sering disembunyikan, menerima kenyataan yang tidak selalu sesuai harapan, serta menemukan makna di balik setiap pengalaman. Sebab, pulih bukan berarti menghapus seluruh kenangan, melainkan belajar berdamai dengannya dan melangkah kembali dengan hati yang lebih dewasa.

Aku Baik-Baik Saja, Katanya adalah teman bagi siapa pun yang pernah terluka, pernah bertahan terlalu lama, atau sedang belajar melepaskan sesuatu yang tak lagi bisa dipertahankan. Sebuah pengingat bahwa kita boleh lelah, boleh menangis, dan boleh beristirahat. Namun, luka tidak harus menjadi akhir perjalanan, karena selalu ada kesempatan untuk tumbuh, menemukan harapan, dan kembali tersenyum dengan tulus.

 

IDENTITAS BUKU

Judul: Aku Baik-Baik Saja, Katanya

Penulis: Uswatun Hasanah

Desain Sampul dan Tata Letak: Titin Pardesi

Penerbit: Penerbit Delsmedia

ISBN: Belum tercantum dalam naskah

Cetakan: Pertama, September 2026

Tebal: 74 halaman

Ukuran: 14 × 21 cm

Jenis Buku: Kumpulan Puisi

Tema: Perempuan, cinta, kehilangan, pengorbanan, perjuangan, dan pemulihan diri

Sasaran Pembaca: Remaja, dewasa, pencinta puisi, serta pembaca yang menyukai karya sastra reflektif tentang kehidupan dan perjalanan emosional manusia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *